MySpace Layouts
MySpaceLayouts

-->

Minggu, 06 Mei 2012

SUNNAH 24 JAM BERSAMA RASULULLAH S.A.W





KERJA – KERJA DA`WAH

1. Khidmat
Khidmat dlam Islam mempunyai kedudukan penting. Nabi saw sendiri melakukan khidmat baik di dalam rumah tangga beliau maupun ketika keluar di jalan Allah swt.
Apabila kita khidmat di rumah, misalnya :
? Mencuci pakaian, maka setiap satu helai benang menghapuskan 1000 keburukan dan memberikan 1000 kebaikan.
? Bila keluar di jalan Allah swt, semua amal dilipat gandakan pahalanya, demikian juga pahala khidmat.
? Allah swt menghargai orang yang mengorbankan tubuhnya untuk khidmat.
? Barangsiapa yang khidmat Allah swt akan berikan kepadanya berkah di dalam kehidupan, harta, tubuhnya dan segalanya. Barangsiapa yang khidmat mendapat pahala dari setiap orang yang mengerjakan ijtimai amal.
? Jika tubuh kita letih, jiwa akan bangun dan kerendhan hati akan masuk ke dalam hati kita.
? Barangsiapa yang memberikan da`wah tetapi tidak khidmat, maka ia akan takabur.
? Dengan ibadah kita mendapat surga, dengan khidmat kita akan mendapatkan Allah swt.

Adab-adab Khidmat :
? Ketika keluar di jalan Allah swt tugas khidmat oleh ibu-ibu sedangkan yang berbelanja bapak-bapak.
? Bila ad kekurangan / keperluan, ibu-ibu bermusyawarah dengan bapak-bapak melalui petufas khitmat.
? Tidak dibenarkan ibu-ibu berbelanja sendiri tanpa bermusyawarah dengan bapak-bapak
? Uang khidmat dirahasiakan / ibu-ibu tidak perlu tahu.
? Bila sedang keluar di jalan Allah swt semua uang diserahkan kepada suami, bila ibu-ibu ada keperluan lapor kepada suaminya.

2. Tasykil
Tasykil artinya memberikan pekerjaan / tanggung jawab pada seseorang untuk keluar di jalan Allah swt. Tasykil ibarat menanam benih pada tanah yang digarap.

Petugas tasykil sebaiknya :
? Sudah mengetahui terlebih dahulu orang-orang yang akan ditasykil
? Tanyakan dahulu suaminya sudah ikut kerja da`wah atau belum
? Kalau sudah ikut, sudah berapa lama
? Sudahkan keluar 3 hari atau belum
? Sudahkah keluar 40 hari
? Dan wanita itu sudah keluar atau belum , sudah berapa kali, kalau suami istri belum pernah keluar janganlah didesak untuk keluar, tapi tasykil untuk iktu ta`lim bulanan atau mingguan, kemudian tasykil untuk menghidupkan ta`lim di rumah, dan tasykil untuk menjaga shalat 5 waktu.
? Tasykil dengan penuh pengertian, kita harus tahu masalahnya, jangan tasykil terlalu keras kapada ibu yang belum paham, cukup dengan menuliskan niatnya saja dulu.
? Taaykil kepada ibu yang sudah paham sedapat mungkin bujuk agar ia keluar.
? Tasykil tidak hanya diarahkan pada petugas tasykil, tapi semua jamaah menyebar untuk tasykil, petugas tasykil mencatat semua hasil tasykilan.
? Jika mentasykil orang yang banyak alasan, sedapat mungkin kita alihkan pembicaraan kita dan kita alihkan pada pembicaraan agama, kembalikan bahwa swmua urusan akan diselesaikan oleh Allah swt.
? Sewaktu tasykil ceritakan keuntungan – keuntungan keluar di jalan Allah swt
? Apabila tasykilan berhasil, jangan merasa diri kita yang berhasil mengeluarkan, tapi semua tasykilan hakikatnya Allah swt yang menggerakkan dan memilihnya
? Apabila kita mendapat tasykilan jangan merasa bangga, tapi kita harus punya fikir bahwa semua tasykilan adalah hasil kerja sama jamaah, tanpa mujahadah / sungguh-sungguh jamaah tidak akan ada tasykilan.
? Apabila kerja kita berhasil berkembang, ini adalah kerja Allah swt, bukan kerja kita.
? Tasykil untuk wanita sangat penting karena menghasilkan dua jamaah yang keluar.
? Kalau kita ke negara lain dan tidak tahu bahasanya, sukup dengan akhlak dan yakinlah Allah swt yang akan keluarkan cash jamaah.
? Siang hari kita tasykil dan da`wah, malam hari kita berdo`a dan sebut nama-nama orang yang telah ditasykil dalam do`a kita.
? Untuk menghilangkan rasa bangga / sombong pada diri karena telah berhasil mentasykil orang lain,maka banyak-banyaklah berkhidmat dan sadari bahwa semuanya terjadi hanya atas kehendak Allah swt.

Cara – cara Tasykil :
? Sambil duduk
? Buat halaqah kalau banyak
? Tulis nama suaminya
? Anya apakah suaminya sudak pernah keluar atau belum, kalau belum pernah jangan didesak untuk keluat, kalau sudah pernah, berapa kali atau berapa masa yang telah dilakukan
? Tasykil untuk selalu hidupkan ta`lim rumah dan ta`lim mingguan.

Istiqbal
Istiqbal artinya penerima tamu.
? Petugas istiqbal harus bersikap ramah tamah, lemah lembut dan murah senyum
? Yang harus ditanamkan pada hati petugas istiqbal adalah tamu-tamu yang datang pada majlis ta`lim adalah orang-orang pilihan Allah swt, orang-orang yang mendapatkan taufik dan hidayah-Nya untuk menghadiri majlis ta`lim yang sangat disukai Allah swt. Jadi tamu-tamu itu bukan orang-orang yang biasa
? Apabila tamu datang, bersikaplah seolah-olah kita sudah pernah mengenalnya walaupun kita belum pernah mengenalnya, sambutlah kedatangannya dengan hangat, jabat tangannya dengan erat, peluklah dengan rapat seolah-olah kita sudah lama tidak bertemu
? Terimalah tamu kita dengan senang hati, dengan hati yang ikhlas sebab mereka adalah tamu-tamunya Allah swt
? Al-Faqih meriwayatkan, Rasulullah saw bwesabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah swt, maka hendaklah menjamu tamunya”. Jadi muliakanlah kedudukannya, karena tidak akan dimuliakan oleh Allah swt orang yang tidak memuliakan tamunya.

Ulama katakan :Pekerjaan istiqbal sama denagan tugas malaikat di akhirat nilainya.
INFIRODI DA`WAH DAN AZAS DA`WAH
Infirodi Da`wah :
Da`wah adalah ibarat kita melempar bola ke tembok, akhirnya mengenai diri kita sendiri.
? Sewaktu kita memberikan da`wah hati kita harus selalu ingat kepada Allah swt, agar dalam pembicaraan kita Allah swt akan memberikan pertolongan kepada kita, sehingga setiap kata yang kita ucapkan dalam bimbingan Allah swt.
? Sewaktu memberikan da`wah hendaklah dengan hati yang lembut, rendah hati, kecilkan diri kita, besarkan saudara kita, anggaplah bahwa saudara kita lebih mulia kedudukannya di sisi Allah swt dan anggap saudara kita itu lebih alim dari kita.
? Sewaktu kita berikan da`wah tunjukkanlah sikap yang baik, jangan sekali-kali mempunyai sifat mengajari orang lain, serahkan semua pada Allah swt, karena Allah swt jugalah yang akan memberikan petunjuk pada pada saudara kita.
? Kita harus mempunyai rasa hormat pada orang yang kita beri da`wah, berterimakasihlah pada orang – orang yang diberi da`wah, karena tanpa kehadirannya kita tidak akan bisa berda`wah.
? Berikan da`wah dengan perhatian dan pengertian. Dengan siapa kita da`wah ? lihat latar belakang pendidikannya, dari golongan mana, tua atau muda, sedang sakitkah dia atau dalam keadaan sehat ? Lihat juga cara berpakaiannya dan juga latar belakang agamanya.
? Kita harus da`wahkan tentang kebesaran Allah swt, mengenai alam akhirat, kehidupan di surga, katakanlah semua itu bisa didapatkan dengan mengamalkan Islam secara menyeluruh dan tidak setengah-setengah. Sebaiknya tidak diceritakan azab-azab. Ceritakanlah fadhilah-fadhilah orang yang keluar di jalan Allah swt.
? Usahakan agar timbul dalam hati orang yang kita da`wahi tentang agama dan berkeinginan untuk mengajak orang-orang yang belum hadir untuk bisa ikut fikir seluruh umat di dunia ini sehingga Allah swt akan turunkan hidayah-Nya ke seluruh alam.
? Hidayah dari Allah swt sebanding dengan sejauh mana tingkat usaha kita dan tingkat fikir kita serta pengorbanan-pengorbanan kita.
? Apabila dalam satu jemaah hanya terdiri dari beberapa orang saja atau ada teman kita mendapat tugas da`wah, kawan-kawan yang lainnya ikut mendengarkan dengan penuh tawajuh kepada Allah swt, karena akan berpengaruh kepada yang hadir dan bantulah saudara kita yang berda`wah dengan dzikir dan do`a pada Allah swt agar kata-katanya berhikmah.
? Amalan-amalan infirodi kita harus tertib ; shalat wajib dan shlat sunatnya, tilawat Qur annya, dzikirnya, karena amalan infirodi bagi yang sedang da`wah bagaikan sayap burung. Siang hari da`wah, malam hari do`a, banyak-banyaklah manangis di saat berdo`a dalam tahajud. Mohonlah hidayah untuk seluruh saudara-saudara kita dan umat seluruh alam.

Azas – Azas Da`wah :
1. Infirodi bukan ijtima`I
2. Kerisauan dan bukan fikir tinggi-tinggi
3. Gerak dan bukan tulisan
4. Amar ma`ruf dan bukan nahi munkar
5. Musyawarah dan bukan perintah
6. Kasih sayang satu hati dan bukan perpecahan
7. Kabar gembira dan bukan ancaman
8. Tersembunyi dan bukan propaganda
9. Perdamaian dan bukan permusuhan
10. Ringkas dan bukan detail
11. Usaha atas akar bukan ranting
12. Ketawadhu`an bukan kesombongan
13. Diri bukanlah harta.

SIFAT – SIFAT DA`I / DA`IYAH
? Kasih sayang pada umat
? Niat ishlah diri
? Ikhlash, semata-mata mencari redha Allah swt
? Semangat berkorban untuk agama Allah swt
? Setelah beramal banyak beristighfar
? Sabar atas ujian
? Menisbatkan kebahagiaan hanya kepada Allah swt
? Tawadhu` / sabar seperti bumi
? Bergerak tak terbendung seperti air
? Teguh kokoh seperti gunung
? Istiqomah seperti unta
? Bercita-cita tinggi seperti langit / berwawasan luas
? Memberi manfaat tanpa pamrih seperti matahari.

ALHAMDULILLAH
SABAR DAN TAHAMUL

? Ketika Nabi saw berda`wah ke tho`if beliau dihina, direndahkan, bahkan dilempari batu sehingga berdarah. Tetapi Nabi saw walaupun ditawarkan oleh Jibril as untuk membalas penghinaan itu dengan menyiksa penduduk tho`if dengan menabrakkan 2 gunung yang ada disana, Nabi saw menolak tawaran itu bahkan mendo`akan agar kalaupun penduduk tho`if menolak mungkin kelak keturunan mereka akan mau menerima Islam.
? Demikianlah contoh kesabaran yang dicontohkan oleh Nabi saw dalam berda`wah, bahkan kepada orang yang menghina dan menyiksa beliau ada fikir agar mereka atau keturunannya mendapat hidayah.
? Apabila penderitaan dari 124.000 anbiya a.s dijadikan satu maka lebih besar penderitaan Nabi saw.
? Sekarang apabila kita pergi berda`wah ke suatu tempat, maka apabila ada orang-orang yang berkata atau bersikap kurang menyenangkan, kita bandingkan dengan penderitaan dan sikap Rasulullah saw.
? Apabila kita pergi berda`wah ke daerah lain atau ke negeri lain, mungkin makanan, kebudayaan atau udara daerah tersebut kurang cocok dengan kondisi kita, dalam hal inipun kita harus sabar.
? Kesulitan di dunia ini adalah sangat kecil dan sangat singkat bila dibandingkan dengan kesulitan penderitaan di akhirat yang sangat dahsyat dan sangat lama
? Firman Allah swt “ Aallah swt sayang kepada orang yang sabar “
? Orang yang sabar menjadi dekat dengan Allah swt, Allah swt meningkatkan derjat kesabaran lebih tinggi daripada ibadah
? Di dalam kubur amal kesabaran kita akan berdiri di sudut menjaga dan melindungi kita. Apabila amal-amal ibadah kita seperti shalat, puasa, bacaan Al-Qur an ada kekurangan, maka amal kesabaran kita akan menghampiri dan melindungi dari azab kubur.
? Apabila kita berda`wah kepada seseorang dan orang bersekap tidak menyenangkan, kita jangan jera, kita datangi lagi, kita bicara dengan kata-kata yang sopan dan lemah lembut, karena mungkin ketika kedatangan kita yang pertama atau kedua ia belum mau tetapi setelah kita pulang ia mulai berfikir dan berniat ikut kita .
NUSROH JAMA`AH
Agama dapat tersebar dengan dua amal yaitu Hijrah dan Nusroh
? Pahala nusroh sama dengan pahala hijrah ( khuruj fii sabilillah )
? Bila kita nusroh sebaiknya tidak membawa anak kecil kecuali sangat terpaksa
? Bila kita nusroh sebaiknya membawa makanan sebagai tanda cinta kita kepada saudara kita yang datang ke kota kita ( muhajirin )
? Bila kita nusroh sampai bertemu waktu makan maka sebaiknya kita membawa makanan minimal untuk diri kita sendiri
? Nusroh yang terlengkap adalah menawarkan rumah kita untuk jamaah. Bila kita membangun rumah niatkan untuk menerima jamaah
? Barangsiapa yang bersedia menerima jamaah di rumahnya, berarti ia mau agama hidup dalam rumahnya.
? Bagi yang nusroh harus sudah kembali sebelum matahari terbenam kecuali diperlukan dengan musyawara
CARA MENGELUARKAN JAMA`AH CASH

Tujuan keluar adalah untuk mendapatkan jamaah cash. Bila jamaah / rombongan keluar dapat memberangkatkan rombongan fisabilillah, maka Allah swt dapat memberikan pertolongan yang cash / pertolongan kontan, juga Allah swt dapat mengampuni dosa-dosa jamaah yang keluar dan yang mengeluarkan ( cash )
Cara untuk mewujudkan jamaah cash adalah :
1. Seluruh jamaah harus ada fikir dan menyatukan fikir untuk memberangkatkan jamaah sebanyak-banyaknya
2. Setiap jamaah berniat untuk mengeluarkan jamaah sebanyak-banyaknya
3. Banyak usuli dan khususi orang / karkun setempat untuk ikut berfikir bersama-sama, bagaimana cara mewujudkan jamaah cash dari tempat lain
4. Jamaah memperbanyak da`wah infirodi setiap saat dan keadaan dan beri targjib yang tepat
5. Dalam yahajud do`a penuh tawajuh pada Allah swt dan sebut nama-nama mereka
6. Kita serahkan sepenuhnya kepada Allah swt supaya memberangkatkan jamaah cash tersebut
7. Kita usuli hasil taskilan dengan penuh keyakinan bahwa Allah swt akan pilih orang tersebut dan memberangkatkannya InsyaAllah
Bila rombongan siap dan sudah terbentuk maka perlu disiapkan bayan hidayah, rute, amir rombongan oleh jamaah yang mengeluarkan dengan musyawarah bersama orang-orang tua.
MUHASABAH
Artinya : Menghitung kesalahan diri sendiri
Tujuan : Untuk menyimak amal harian dengan niat untuk memperbaiki kesalahan.

Adab – adabnya :
1. Lakukan sewaktu-waktu, sebaik-baiknya selepas shalat wajib sebelum tidur
2. Dalam keadaan wudhu
3. Istighfar
4. Merasakan diri dekat dengan Allah swt, hukum Allah swt dan akhirat
5. Awasi diri mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali
6. Waktu keluar menuju Allah swt simak usul-usul da`wah
7. Menangis jika didapati kesalahan yang diperbuat
8. Tidur dengan niat untuk memperbaiki amal diesok hari

Fadhilahnya :
? Bila istiqamah ada kemungkinan terlepas dari hisab. Kata Umar r.a : “ Hisab-hisablah dirimu sebelum kamu dihisab “
? Menambah kebaikan amal
? Memudahkan iman, amal dan agama
? Hadits Nabi saw : “ Mengingat maut 25 kali akan mendapat pahala syahid
? Membawa keinsyafan diri
? Melahirkan sifat ikhlash
? Dengan muhasabah kebesaran Allah swt dan kepentingan akhirat terwujud dalam hati 
4 AMALAN MASJID NABAWI
A. Da`wah
I. Manfaat ( bila dilakukan )
1. Asbab manfaat
2. Iman akan naik
3. Amal akan sempurna
4. Akhlak akan baik
5. Do`a akan dimakbulkan
6. Qudratullah dan nusratullah akan turun

II. Mudharat ( bila ditinggalkan )
1. Tidak turun hidayah
2. Iman akan turun
3. Amal akan rusak
4. Akhlak akan buruk
5. Do`a tidak akan dimakbulkan
6. Qudratullah dan Nusratullah tidak akan turun

B. Ta`lim

I. Manfaat ( bila dilakukan )
1. Asbab hidayah
2. Tahu nilai amal
3. Ada gairah untuk beramal
4. Akan melahirkan ulam

II. Mudharat ( bila ditinggalkan )
1. Tidak turun hidayah
2. Tidak tahu nilai amal
3. Tidak ada gairah untuk beramal
4. Menjauhi ulama, bahkan menentang ulama

Bila menentang ulama, maka Allah swt akan kirimkan 3 macam bala :
? Usahanya tidak akan berkah
? Diturunkan raja zhalim
? Mati tidak membawa iman

C. Dzikir

I. Manfaat ( bila dilakukan )
1. Asbab hidayah
2. Mendatangkan tawjuh kepada Allah swt yang menumbuhkan sifat ihsan. Ihsan
adalah ibadah kepada Allah swt, seakan-akan melihat kebesaran Allah swt, ka-
lau tidak maka yakinlah Allah swt melihat kita.
3. Masalah akan selesai
4. Mengundang Nusratullah

II. Mudharat ( bila ditinggalkan )
1. Tidak turun hidayah
2. Akan tawajuh kepada makhluk
3. Masalah tidak akan selesai
4. Nusratullah tidak akan turun

D. Khidmat

I. Manfaat ( bila dilakukan )
1. Akan jadi asbab hidayah
2. Akan dijauhakan dari bala
3. Akan dekat dengan Allah swt, manusia dan surga-Nya
4. Akan mendatangkan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka

II. Mudharat ( bila ditinggalkan )
1. Akan menjadi penghalang hidayah
2. akan dekat dengan bala
3. akan jauh dari Allah swt


7 TIPUAN / AJAKAN SYETAN UNTUK MENINGGALKAN IBADAH DAN CARA MENOLAKNYA

Ada 7 jalan tipuan / ajakan syrtan pada manusia untuk meninggalkan ibadah

1. Melarang ta`at kepada Allah swt
Tolak dengan mengatakan saya butuh pahala dari Allah swt untuk bekal akhirat
2. Mengajak / mengakhirkan keta`atan ( nanti kalau sudah tua saja )
Tolak dengan mengatakan ajal bukan pada tangan manusia
3. Mendorong agar buru-buru mengerjakan amalan ( buru-buru adalah sifat syetan )
Tolak dengan mengatakan amal sedikit tapi sempurna lebih baik dari amal banyak tapi tidak sempurna.
4. Setan berkata : Betapa tinggi derjatmu dalam beramal (bangga ) juga cerdik dan pintar…Tolak dengan mengatakan keagungan dan kesempurnaan hanya kepunyaan Allah swt, karena taufik-Nya kita dapat beramal yang diridhoi-Nya dan dengan karunianya memberi ganjaran.
5. Syetan berkata,” bersungguh-sungguhlah dalam beramal jangan sampai diketahui manusia sebab Allah swt juga akan menzhohirkan amalmu pada manusia dan hamba yang ikhlash ( tidak ikhlash )”. Tolaklah dengan mengatakan walau kamu berpura – pura memperbaiki amalku tapi hanya allah sseolah-olah berkehendak menzhohirkan atau menyembunyikan amalku dan hanya urusan Allah swt yang menjadikan aku mulia atau hina.
6. Syetan berkata,”Engkau tidak perlu menyusahkan dirimu dengan beramal, sebab jika Allah menetapkan untuk menjadikan bahagia maka tidak akan menjadikan mudharat apa-apa untuk meninggalkan amal, sebaliknya jika dikehendaki jadiorang celaka, maka akan tetap celaka dan tidak ada gunanya beramal. Maka tolaklah dengan mengatakan bahwa Allah tidak akan merubah nasib seseorang kalau bukan dia sendiri yang berusaha untuk merubahnya.



Alhamdulillah


PETUNJUK SUNNAH DAN ADAB SEHARI-HARI

Adab Perjalanan :
1. Shalat safar 2 rakaat
2. Do`a memakai sandal / sepatu / kasut
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ اْلاِبْلِسِ وَالْجُنُدِهِ
Artinya : “ Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari Iblis dan bala tentaranya. “

3. Tidak memakai hiasan dan wangi-wangian
4. Do`a keluar rumah :
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِـاللهِ
5. Saat naik kendaraan langkahkan kaki kanan denagan membaca : بِسْمِ اللهِ , setelah duduk bacalah اَلْحَمْدُ ِاللهِ , bila kendaraan mulai berjalan maka baca :
سُبْحَـانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَـا هَذَا وَمَـا كُنَّـا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَ اِنَّـا اِلَى رَبِّنَـا لَمُنْقَلِبُــوْنَ
6. Jika perjalanan naik / tanjakan baca : اَللهُ اَكْبَـرُ
Jika perjalanan turun, baca : سُبْحَـانَ اللهُ
Jika perjalanan mendatar, baca : اَلْحَمْدُ ِللهِ
Jika jalan berliku-liku, baca : لاَ حَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِـاللهِ
Jika melewati jembatan, baca : اَلَّهُمَّ يَلِّمْ وَسَلِّمُ
Jika melihat masjid, baca اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ
Jika melihat tempat ibadah bukan Islam, baca : لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ لاَمَعْبُدْ اِلاَّ اللهُ
Jika melihat wanita bukan muhrim, baca : اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَـةِ النِّسَـاءِ
Jika melihat kebesaran dunia, baca :
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَـا وَمِنْ عَذَابِ ا ْلاَخِرَةِ
7. Jika melihat kampung, baca : اَللَّهُمَّ بَـارِكْ لَنَـا فِيْـهَـا
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَـا جَنَـاهَـا وَحَبِبْنَـا اِلَى اَهْلِهَـا وَحَبِبْ صَـالِحِى اَهْلِهَـا اِلَيْنَـا.
8. Berhenti di tengah jalan atau penginapan, baca :
اَعُوْذُبِكَلِمَـاتِ اللهِ التَّـامَّـاتِ مِنْ سَرِّمَـا خَلَقَ
9. Turun dari kendaraan, baca : رَبِّ اَنْزِلْنِى مُنْزَلاً مُبَـارَكًا وَاَنَـا خَيْرُالْمُنْزِلِيْنَ.
10. Bila melihat kota, baca :
لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُلَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيُّ دَاءِمٌ لاَ يَمُوْتُ
بِيَدِهِ الْخَيْرِ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
Fadhilahnya :
? Dapat 1000 kebaikan
? Hapuskan 1000 dosa dan kejahatan
? Diangkat 1000 derjat dalam surga.
11. Do`a naik kendaran laut, baca : بِسْمِ اللهِ مَـجْرَهَـا وَمُرْسَهَـا اِنَّ رَبِّى لَغَفُوْرٌرَّحِيْـمٌ
وَمَـا قَدَرُوْالله َ حَقَّ قَدْرِهِ وَاْلاَرْضِ جَمِـيعًـا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَـامَـةِ وَالسَّمَوَتِ عَطْوِيَـاتِ بِيَمِنِهِ
سُبْحَـا نَـهُ وَتَعَـالَى عَمَّـا يُشْرِكُوْنَ .
12. Do`a masuk rumah : اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْـأَََلُكَ خَيْرَ الْمَوْلُجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ.




ADAB MEMASAK

1. Berwudhu dan shalat 2 rakaat.
2. Baca do`a masuk dapur ( Al-Kahfi : 10 )
رَبَّنَـا اَتِنَـا مِنْ لَّدُنْـكَ رَحْمَـةً وَهَيِّءْلَنـَا مِنْ اَمْرِنـَا رَشَـدًا.
“ Ya Tuhan kami, berilah kami rahmat yang besar dari sisi-Mu dan persiapkan petun –
juk terhadap urusan kami.”
3. Do`a mengambil beras ( An-Nahl : 96 ) : مَـا عِنْدَكُـمْ يَـنْـفَدُّ وَمـَا عِـنْدَ اللهِ بَـاقٍ.
“ Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang di sisi Allah adalah kekal.”
4. Do`a memcuci beras : اَلْحَمْـدُ ِاللهِ الَّـذِى اَطْعَمَنـَا خَيْرًا مِنـْه ُ.
“ Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makanan yang lebih baik darinya.”
5. Do`a menaruh beras dalam periuk : اَلْحَمْـدُ ِاللهِ الَّذِى اَطْعَمَنـاَ مِنْ جُـوْعٍ .
“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makan setelah lapar.”
6. Do`a menaruh air dalam beras :
اَللّذِيْنَ اَمَنُوْاا صْبِرُوْا وَصَـابِرُوْاوَرَابِطُوْا وَتَّـقُوااللهَ لَعَلَّـكُـمْ تُفْلِحُوْنَ .
7. Do`a mengaduk sayur ke arah kanan ( dengan arah jarum jam ) :
لَيْسَ لَهـاَ مِنْ دُوْنِ اللهِ كـاَ شِفَـةٌ
“Tidak ada yang dapat menyatakan hari itu selain Allah.”
8. Do`a memotong sayur / daging ( Al-Baqarah 71 ) :
فَذَ بَحُوْهـاَ وَمَـا كـاَدُوْا يَفْعَلُوْنَ .
9. Do`a mencuci sayur : لَيْسَ لَهـاَ مِنْ دُوْنِ اللهِ كـاَ شِـفَـةٌ .
10. Do`a menghaluskan bumbu : Surat Al-Kautsar 1 – 3 .
11. Do`a membuka kekep : اَللَّهُمَّ بـاَرِكْ لَنـاَ خَيْرًا مِنْـهُ .

ADAB MAKAN

1. Memakai tutup kepala
2. Cuci tangan dengan air yang mengalir dan berkumur 3 X lalu dibyang ke kiri ( fadhilah untuk memudahkan melafadzkan Laailaahaillallaah saat sakaratul maut ) sambil membaca shalawat.
3. Menyiapkan suprah, buah dan garam.
? Do`a buka suprah : اَللَّهُمَّ ابْسُطْ لَنـاَ مِنْ بَرَكـاَتِكَ وَرَحْمَتِكَ وَرِزْقِكَ وَفَضْلِكَ .
? Do`a makan buah : اَللَّهُمَّ بـاَرِكْ لَنـاَ فِى ثَمَرِنـاَ .
? Mencicipi garam dengan jari manis, baca :
بِسْمِ اللهِ هَنِيْأ ً مَّرِيْـأ َ .
4. Makanan datang , baca do`a :
اّللَّهُمَّ بـاَرِكْ لَنـاَ فِيْمـاَ رَزَقْتَنـاَ وَقِنـاَ عَذَابَ النَّـاَرِ .

Cara duduk :
? Seperti tahyat awal
? Kaki kanan diangkat kaki kiri diduduki
? Nongkrong ( dalam keadaan perang dan becek )

5. Makan dari yang terdekat dengan 3 suap pertama menggunakan 3 jari ( ibu jari, telunjuk dan jari tengah ) sambil membaca :
بِسْمِ اللهِ وَعَلَى بَرَكـاَتِ اللهِ .
6. Setelah selesai 3 jari, sebelum makan dengan 5 jari, baca do`a :
جَلاَّ جَلاَ لَـهُ يـاَ وَاسِعَ الْمَغْغِرَةِ .
7. Karena makan berjamaah, jika ada yang enak usahakan dahulukan ntuk teman dengan adil. Saat makan usahakan ntuk berdzikir kalaupun bicara usahakan bicara agama.
8. Apabila merasakan nikmat ucapkan : اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْـدُ وَلَكَ الشًّكْرُ .
9. Dan yang mendengar mengucapkan : اَلْحَمْـدُ ِاللهِ
10. Jika ada makanan yang jatuh, ambil dengan tangan kiri kemudian taruh ditangan kanan lalu dimakan sambil membaca : اِلَيْـهِ رَشَـدًا .
11. Kalau kotor kita bersihkan dahulu, agar syetan tidak ikut makan sebab berkah makanan itu siapa tahu ada pada makanan yang jatuh tersebut .
Fadhilah :
? Menghindarkan sikap sombong / takabbur
? Agar mata tetap cerah
? Agar pembicaraan mudah dipahami orang
? Mendapat anak yang shaleh.
12. Tidak boleh mencela makanan, disunnahkan memuji makanan, jika ada yang tidak enak / tidak disukai lebih baik ditinggalkan ( H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasa`I )
13. Makanan harus habis dan bersih, sebab kita tidak tahu dimana letak keberkahan makanan itu. Selesai makan baca do`a :
اَلْحَمْـدُ ِاللهِ الَّـذِى اَطْعَـمَـنَـا وَسَقَـانـاَ زَجَعَـلَـنـاَ مِنَ الْمُسْلِمِــيْنِ .
14. Disunnahkan membersihkan makanan yang ada di jari dengan mulut.
? Jari tengah : اِتَّـقِ اللهِ “Bertaqwalah kepada Allah “
? Ibu jari : فَـا تَّـقِ الله َ “Maka bertaqwalah kepada Allah “
? Jari manis : وَاِذَا بَطَشْـتُـمْ
? Telunjuk : بَطَشْـتُـمْ
? Kelingking : جَـبَّـارِيـنَ

15. Cuci tangan dengan air yang mengalir setelah makan, usapkan ke wajah dari kiri ke kanan. Fadhilah agar di hari kiamat muka bercahaya dan apabila dilihat suami akan semakin cantik. Do`anya : وَاِذَا بَطَشْـتُـمْ بَطَشْـتُـمْ جَبَّـارِيْـنَ .
16. Do`a tutup suprah : حَمْـدًا كَثِيْرًا طَيِّـبـًا مُبَـارَكـًا فِيْـهِ .
17. Do`a membuang makanan yang tidak termakan : فِى سَبِيْـلِ اللهِ
18. Do`a jika terlupa baca do`a mau makan : بِسْـمِ اللهِ فِى اَوَّلِـهِ وَاَخِـرِه ِ


ADAB MINUM

1. Memakai tutup kepala
2. Tidak berdiri, usahakan sambil bersandar
3. Cara memegang gelas : ibu jari di bibir gelas, kelingking di bawah gelas dan 3 jari lainyya melingkari gelas. Fadhilahnya : Agar terhindar dari minuman yang mengandung racun.
4. Baca do`a :
? Air putih : وَشَقَـاهُمْ رَبَّـهُمْ شَرَابـاً طَهُوْرًا
? Air susu : اَللَّهُـمَّ بـاَرِكْ لَنـَا فِيْـهِ وَزِدْنـَا مِنْـه ُ
? Air manis : اَللَّهُـمَّ ارْزُقْنِى حَلاَ وَةِ اْلاِيْمَـانِ
Fadhilah : agar tidak keras hati.
5. Diminum 3 tegukan pertama dengan tiap tegukan diawali Basmalah dan diakhiri dengan Alhamdulillah.
6. Tidak meniup minuman panas, tunggui sampai dapat diminum ( bila ditiup maka kotoran dari mulut akan mengeluarkan kuman penyakit sehingga penyakit akan lama sembuhnya)
7. Jangan bernafas dalam gelas (H.R. Bukhari – Muslim )
8. Do`a setelah minum :
اَلْحَمْـدُ ِاللهِ الَّذِى سَنـَا نـًا عَذْبـًا فُرَاتـًا فِي رَحْمَتِـهِ مـَاءً وَلَـمْ يَجْعَـلْ بِذُنُـوْبِـهِ .
9. Salah seorang kamu janganlah minum sambil berdiri, maka barangsiapa terlanjur minum berdiri akibat lupa hendaklah dimuntahkan air yang sudah di minumnya ( H.R. Muslim ) .
Bila minum air zam-zam disunnahkan sambil berdiri dan menghadap kiblat (Mutafaq`alaihi )

ADAB TIDUR

1. Berwudhu sebelum tidur
2. Periksa pintu, jendela, makanan, minuman atau tempat air ditutup dengan membaca Basmalah.
3. Shalat sunat 2 rakaat
4. Menghisab diri :
? Apakah ada amalan yang belum dikerjakan, maka segera kerjakan.
? Apakah amal kita lebih baik dari kemaren atau tidak
? Jangan membawa dendam dan jika ada saudara yang punya kesalahan kita maafkan, jika saudara kita punya hutang kita bebaskan untuk malam itu dan besok ditagih lagi kalau memang belum sanggup membebaskan hutangnya sepenuhnya, jika kita punya hutang maka hendaklah ditulis dikertas dan simpan di bawah bantal untuk memberitahu ahli waris jika kita meninggal, sehingga akan dilunasi.

5. Menyelesaikan dzikir pagi dan petang dan membaca al-Qur an surat al-Mulk, As-sajadah,al-Waqi`ah (agar terhindar dari azab kubur dan dari kemiskinan terutama miskin iman ), membaca tasbih Fathimah : Subhanallah 33 X, Alhamdulillah 33 X dan Allahuakbar 34 X. Fadhilahnya untuk menghilangkan rasa letih dan akan bangun dalam keadaan segar kembali.
6. Disunnahkan bercelak 3x dimata kanan dan 2 x di mata kiri sambil membaca ( At-Tahrim : 8 ) : اَللَّهُمَّ اَتْمِمْ لَنـَا نُوْرَنـَا وَاغْفِرْلَنـَا اِنَّـكَ عَلَى كُلِّى شَيءٍ قَدِيْـرٌ .
7. Siapkan alas tidur dengan mengibaskan / menyapukan 3x sambil membaca shalawat 3x, fadhilah untuk menghindarkan kedengkian orang dan gangguan-gangguan jin jahat.
8. Naik dengan kaki kanan sambil membaca Takbir.
9. Niat bangun malam untuk shalat tahajud
? Tidak diperbolehkan tidur hanya memakai selimut tanpa busana.
? Membaca istighfar minimal 3x.
10. Duduk berselonjor, menghadap kiblat dan membaca :
? Ayat kursi 1 atau 3x untuk menghindarkan gangguan syetan dan untuk menjaga keluarga, rumah dan tetangga dari gangguan
? Al-Fatihah dan 4 Qul, untuk menghindarkan diri dari bahaya, kecuali maut. Lalu ditiupkan 3x ke telapak tangan, diusapkan ke badan kecuali kemaluan dan telapak kaki dengan cara mengusap wajah dan seluruh badan bagian atas yang terjangkau.
? Baca 4 Qul lalu tiupkan 3x, usapkan wajah sampai kaki bagian samping
? Baca 4 Qul lalu tiupkan 3x, usapkan wajah sampai kaki bagian bawah.
? Do`a untuk menangkal sihir (Q.S. Yunus : 81 )

قَـالَ مُوْسَى مَـاجِءْ تُمْ بِـهِ السِّحْرُ اِنَّ الله َ سَيُبْطِـلُـهُ اِنَّ الله َ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِـدِيْـنَ .
11. Cara tidur ada 2 macam :
? Badan miring ke kanan menghadap kiblat , tangan kanan di bawah pipi kanan, tangan kiri di atas pinggul dan kaki kanan ujungnya di atas kaki kiri.
? Cara sahabat : Terlentang dengan kepala ke kanan, kedua tangan di atas perut, kaki kanan di atas kaki kiri.
12. Baca do`a akan tidur : بِسْمِـكَ اَللَّـهُمَّ اَحْيـَا وَاَمُوْت ُ .
13. Apabila mimpi baik baca Alhamdulillah dan berdo`a agar jadi kenyataan dan boleh diceritakan pada orang lain, bila mimpi buruk baca A`udzubillahiminasysyaithanirrajiim dan sambil isyarat meludah ke kiri dan jangan diceritakan pada orang lain.
14. Bangun tidur baca Alhamdulillah 3x dan baca do`a :
اَلْحَمْـدُ ْاللهِ الَّذِى اَحْيـَانـَا بَعْدَمَـا اَمـَاتَنـَا وَاِلَيْهِ النُّشُـوْرُ .
Dan smbil menggosok punggung tangan ke mata agar rasa kantuk hilang.

ADAB MANDI

1. Masuk dengan memakai tutup kepala dan alas kaki serta mendahulukan kaki kiri dengan membaca : اَللَّهُـمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَـاءِثْ .
2. Menanggalkan pakaian sambil membaca do`a dalam hati :
بِسْـمِ اللهِ لاً اِلَـهَ اِلاَّهُـوَ .
3. Memakai basahan sebab dimanapun kita berada tidak lepas dari pandangan dan pengetahuan Allah swt.

Syarat sah mandi wajib ( menghilangkan hadats besar ) ada 2 :
1. Niat ketika mengalirkan air ke seluruh tubuh dan niat itu dikhususkan pada hadats yang akan dihilangkan.
2. Meratakan air ke seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Adab – adab Mandi Wajib :
1. Masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri
2. Hendaknya mencuci tangan dan bagian yang terkena kotoran ( kemaluan dan dubur )
3. Setelah mencuci tangan dan kamaluan, maka bacalah Basmalah dalam hati lalu berwudhu seperti wudhu mau shalat tetapi kaki ditinggalkan mencucinya kemudian.
4. Menyiram anggota badan bagian kanan 3x lalu anggota badan bagian kiri 3x.
5. Membasuh kaki yang kanan 3x, lalu kaki kiri 3x
6. Menghadap kiblat.
7. Dianjurkan menutup tubuh dengan basahan selama mandi.
8. Mengekalkan niat selama mandi.
9. Jangan berlama-lama di kamar mandi.
10. Setelah mandi baca do`a : اَلْحَمْـدُ ِاللهِ الَّذِى جَعَلَ الْمَـاءَ طَهُوْرَا ز
11. Cara mandi wajib :
? Niat dan bersihkan najis terlebih dahulu.
? Berwudhu, kaki tidak disiram, sebab diakhirkan.
? Menyiram kepala 3x, bagian kanan 3x, bagian kiri 3x.
? Menyiram seluruh badan sampai rata
? Menyiram kaki
? Bila akan shalat tidak perlu wudhu lagi
? Bila dalam keadaan junub lalu tidur (sebelum mandi ) sebaiknya wudhu terlebih dahulu. ( H.R. Tirmidzi )
? Disunnahkan berwudhu ketika hendak melakukan persetubuhan. (H.R. Abu Daud).

ADAB ISTINJA`

1. Memakai tutup kepala agar syetan tidak meletakkan kotorannya di atas kepala.
2. Pastikan tidak membawa barang yang mengandung tulisan / lafadz Allah atau ayat al-Qur an.
3. Masuk dengan kaki kiri sambil baca do`anya.
4. Cincin di tangan kiri dilepas, sebab digunakan untuk membersihkan kotoran .
5. Bila sudah buang air kecil berdehem 3x ( untuk mengeluarkan air kencing yang tersisa di saluran kencing )
6. Cara duduk : Dengan bertenggong kaki kanan maju ke depan, telapak kaki kiri ditekuk, tangan kiri di pinggang sambil menekan, tangan kanan di atas lutut kanan dengan jari di atas kepala ( bila lupa pakai tutup kepala ) / memegang pundak kiri dan hidung ditutup / diletakkan pada lengan kanan.
7. Bila sedang tandas, jika dipanggil jangan menyahut, tapi berdehem / dengan isyarat suara.
8. Agar jangan bernyanyi, bersiul / sambil makan, jangan terlalu lama di dalam WC tanpa ada keperluan yang sebenarnya, sebab mudharat bagi kita dan wc adalah tempat berkumpulnya syetan.
9. Ibu jari dan telunjuk tidak dibolehkan untuk istinja`
10. Do`a bersihkan najis setelah istinja` :
اَللَّهُـمَّ طَهِّرْ قَلْبِى مِنَ النِّفَـاقِ وَحَسِّنْ فَرْجِ مِنَ الْفَوَاحِشْ ز
11. Jangan melihat najis sebab dapat mengurangi nur pada wajah dan akan mengurangi semangat dalam beribadah .
12. Keluar dengan kaki kanan dengan membaca do`a :
غُفْرَانَـكَ الْحَمْـدُ ِاللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّ الْعَذَا وَعـَا فَنِى .



alhamdulillah


ADAB BERSIWAK

1. Siwak menyucikan mulut, membuat Allah swt ridho kepada kita, mewangikan mulut dan mencerahkan pandangan. ( H.R. Thabrani, Baihaqi ).
2. Siwak adalah obat. (H.R. Baihaqi)
3. Siwak menfasihkan bicara. ( H.R. Ibnu `Adi )
4. Siwak berbeda dengan sikat gigi, siwak adalah kayu yang biasa digunakan untuk menggosok gigi.
5. Panjang siwak adalah sejengkal .
6. Memakai siwak disunnahkan setiap kali wudhu, bangun tidur, sebelum tidur, sesudah makan, sebelum makan, akan masuk rumah dan membaca Al-Qur an (H.R. Ibnu Majah )
7. Memulai bersiwak dengan membaca Basmalah (H.R. Ibnu Majah )
8. Membaca do`a bersiwak :
اَللَّهُـمَّ طَهِّرْ فَمِى وَنَوِّرْ قَلْبِى وَطَهِّرْ بَدَنِى وَحَرِّمْ جَسَدِى عَلَى النَّـَارِ .
“ Ya Allah sucikanlah mulutku, terangilah hatiku, bersihkanlah badanku dan haram-
kanlah tubuhku dari api neraka.”
9. Miswak ( kayu siwak ) hendaknya tidak terlalu keras tidak terlalu lembut
10. Sebelum dan sesudah bersiwak, kayu siwak hendaklah dicuci, jika tidak maka syrtan akan memakainya. (H.R. Ibnu Majah )
11. Siwak hendaklah disimpan berdiri / tegak dan jangan disimpan di atas tanah. Sa`id Bin Jabarra berkata :”Barangsiapa yang menyimpan siwak di atas tanah maka akan ditimpa penyakit gila.”
12. Jika miswak itu kering sebaiknya direndam dalam air terlebih dahulu
13. Dianjurkan agar tidak menggunakan miswak pada kedua ujungnya.
14. Niat bersiwak, Ya Allah aku bersiwak untuk membersihkan mulutku agar aku bisa mempergunakannya untuk berdzikir, membaca Al-Qur an dan membesarkan Nama-Mu.
15. Jika memang tidak ada kayu siwak, maka dibolehkan menggunakan ujung jari. (H.R. Abu Na`im ).

ADAB MENCUCI

1. Hendaknya mencuci di air yang mengalir
2. Pisahkan pakaian yang terkena najis dan pakaian yang tidak terkena najis.
3. Cucilah dulu pakaian yang terkena najis sampai hilang bau dan warnanya
4. Usahakan basuh pakaian hingga 3x ganti air, agar najis yang menempel benar-benar hilang.
5. Jangan jemur pakaian dalam kita di luar yang dilalui orang banyak, karena itu juga termasuk aurat kita.
6. Usahakan mencuci sendiri celana / pakaian dalam kita dan suami.

ADAB BERPAKAIAN

Syarat-syarat pakaian muslimah :
1. Tidak menimbulkan bagian yang akan membuat fitnah, baik tipis atau sempit seperti pakaian mode atau tradisional.
2. Bukan pakaian khusus seperti yang dipakai laki-laki. Rasulullah saw melaknat perempuan-perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan (Al-Hadits )
3. Bukan pakaian yang dipakai orang kafir.
4. Tidak menggerak-gerakkan bagian wajah atau tubuh.
5. Berpakaian menutupi seluruh tubuh termasuk wajah dan telapak tangan.
6. Pakaian harus lapang dan longgar
7. Memakai pakaian yang warnanya tidak menyolok, bagi perempuan lebih afdhol warana hitam, sedangkan laki-laki lebih utama warna putih.
8. Tidak bermaksud untuk menarik perhatian laki-laki bukan muhrim
9. Berpakaian tidak untuk kebanggaan
10. Tidak boleh bagi perempuan membubuhi pakaiannya ketika keluar rumah dengan wewangian. “Wanita-wanita yang memakai wewangian lalu lewat di depan laki-laki yang bukan mahram, maka ia dianggap sebagai pezina.”(Al-Hadits)




ADAB BERHIAS

1. Kebersiahan adalah sebagian dari iman
2. 10 perkara dari sunnah kebersihan : Memotong kumis, memanjangkan janggut, bersiwak, gurah (menghirup air kehidung lalu mengeluarkannya), membersihkan celah-celah jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, beristinja` dengan air dan berkumur. (H.R. Bukhari)
3. Dianjurkan agar menjaga keindahan dan kerapian rambut
4. Tidak dibolehkan menyisir rambut terlalu sering
5. Wanita dilarang mencukur rambutnya seperti laki-laki
6. Tidak diperbolehkan mencukur sebagian rambut saja (dipuncung atau dijambul) dan membiarkan sebagian rambut lainyya walaupun kepada anak-anak (H.R Bukhari, Tirmizi dan Nasa`I).
7. Rambut yang paling panjang bagi laki-aki adalah sebatas pundak (H.R Muslim)
8. Disunnahkan menyisir rambut dengan tangan kanan (H.R Muslim)
9. Tidak diperbolehkan sama sekali mencabut uban, walaupun hanya satu helai. Baik dari rambut ataupun janggut (H.R Muslim, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu majah ).
10. Diperbolehkan menyemir rambut atau janggut dengan warna selain dari warna hitam
11. Orang yang menyemir rambut dengan warna hitam tidak akan mencium bau surga.
12. Disunnahkan bagi laki-laki agar mencukur kumis dan memanjangkan janggut.(H.R Bukhari, Muslim, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah)
13. Batsan diperbolehkannya memotong janggut adalah sebatas genggaman tangan.
14. Wanita dibolehkan mewarnai kukunya dengan henna / inai
15. Diharamkan mencukur alis, membuat tahi lalat palsu, membuat tato, dan mengikir gigi.
16. Tidak boleh memanjangkan kuku, karena akan menjadi tempat bersarangnya syetan.
17. Wanita diharamkan berhias keluar rumah dan menarik hati laki-laki yang bukan mahramnya.


alhamdulillah

ADAB MENYISIR RAMBUT

1. Menyisir semua rambut kebelakang dengan tangan kanan, dengan do`a :
اَلَّهُـمَّ احْعَلْنِى مِنْ كُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَاَعُوزْذُ بِكَ مِنَ النَّـارِ .
2. Belah rambut menjadi 2 bagian, dengan do`a :
اِهْدِنـَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ .
3. Menyisir bagian kanan, dengan do`a : بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ .
4. Menyisir bagian kir, dengan do`a : بِسْمِ اللهِ عَلَى شَغِـرَ رَسُوْلِ اللهِ .
5. Menyisir sesuai kehendak


Alhamdulillah

ADAB MULAKOT

1. Panggil ahliahnya ( bila mengetuk pintu, tanda tidak jelas maka diulang / dipanggil lagi atau boleh juga dipanggil secara berurutan )
2. Mulakot cukup dibalik dinding, boleh juga masuk dan duduk dan tidak boleh berdiri.
3. Diusahakan tidak bersentuhan badan, seperti bersalaman.
4. Ketika bertemu ucapkan salam dan tanyakan : Da`wahnya, tasykilan, kenalan, ta`lim, amalan ( tahajud, dzikir, baca Al-Qur an dll. ), mudzkarah sudah sampai mana, tanyakan kebutuhan yang mendesak.
5. Jangan disampaikan progran yang belum pasti
6. Kalau bicara panjang melantur cepat dipotong
7. Jangan dibicarakan tentang uang khidmat, amir, petugas bayan .
8. Waktu mulakot 5 – 10 menit.

ADAB RUMAH TANGGA

Maksud dan Tujuan :
“ Agar di dalam rumah tangga kita dapat terwujud suasana agama sebagaimana rumah tangga Rasulullah saw dan agar menjadi rumah tangga yang terhormat sehingga menjadi contoh bagi saudara dan seluruh umat.

Adab – adabnya :
1. Setiap masuk dan keluar rumah hendaklah mengucapkan salam.
2. Ibu rumah tangga adalah seumpama guru di dalam kelas yang akan menjadi contoh bagi anak-anaknya.
3. Ibu rumah tangga janganlah berpakaian yang kurang pantas karena akan dicontoh oleh anak-anak, kecuali bila berada di kamar bersama suami dan itupun hendaklah kita yakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah swt melihat apa saja yang kita lakukan.
4. Ibu rumah tangga tidak boleh memasukkan laki-laki lain yang bukan muhrimnya ke dalam rumah kecuali dengan izin suaminya, dan kalau laki-laki yang bukan muhrum bertanya hendaklah dijawab dengan suara tegas, jelas, sopan dan ringkas. Jangan sampai laki-laki yang bukan muhrim itu tergoda oleh suara kita karena bagi wanita suara adalah aurat, tidak boleh diperdengarkan kepada sembarang lelaki.
5. Ibu RT tidak boleh keluar rumah tanpa izin suaminya. Dan kalau khawatir suaminya sudah pergi kerja atau meninggalkan rumah, maka hendaklah minta izin sebelum suaminya pergi.
6. Ibu RT hendaklah keluar bersama muhrimnya.
7. Ibu RT hendaknya segera kembali ke rumahnya setelah urusan selesai dan sebelum malam tiba.
8. Ibu RT hendaknya menyambut suaminya yang baru pulang, berada di depan pintu dengan wajah yang jernih serta menyengkan hati suami dan bersalaman serta mencium tangan suami.
9. Ibu RT hendaknya mengantar suaminya sampai ke pintu rumah, bila mana suaminya hendak pergi dan menyambut salamnya.
10. Ibu RT hendaklah menjaga harta benda dan kehormatan suami selama suaminya tidak ada di rumah.


ADAB IKROM SUAMI

Maksud dan Tujuan :
Kehadiran suami di rumah adalah merupakan suatu rahmat kepada setiap istri.

Adab – Adabnya :
1. Dalam hal apapun ( kecuali maksiat ), istri harus selalu taat pada suami.
2. Selalu mendahulukan kepentingan suami daripada yang lain
3. Mendidik anak, menjaga harta dan kehormatan suami.
4. Mempersiapkan semua kebutuhan suami, mengurus rumahtangga supaya baik, bersih dan rapi menurut sunnah.
5. Janganlah sembarangan membelanjakan harta suami secara tidak tepat dan boros, dan bermusyawarah untuk setiap pengeluaran.
6. Hendaknya memasak mengikuti kesukaan suami.
7. Sewaktu suami bicara hendaklah istri dia mendengarkan dan jangan memotong pembicaraan.
8. Bila suami marah hendaklah kita mendiamkan diri dan jangan suka menjawab / menentang.
9. Senantiasa menghormati dan memuliakan keluarga suami, bersikap baik dan ramah.
10. Wajib bagi istri agar senantiasa mempunyai rasa malu kepada suaminya, menundukkan pandangan di hadapannya dan merendahkan suara.
11. Berdiri untuk menyambut suaminya datang atau pergi.
12. Menawarkan dirinya kepada suami ketika hendak tidur.
13. Memakai wangi-wangian, memelihara mulutnya dengan siwak dan wewangian.
14. Senantiasa berhias dihadapan suaminya, meninggalkan berhias ketika suaminya tidak ada.
15. Tidak menolak ajakan suaminya.
16. Tidak keluar rumah tanpa izin suami.
17. Selalu memohon maaf dari suami ketika hendak tidur dan ketika suami akan pergi.
18. Mengusap janggut suami, dengan do`a : اَمَنْـتُ بِـااللهِ بِـقَدْرِهِ .
19. Bila istri memijit suaminya tanpa disuruh terlebih dahulu, maka akan diberikan pahala 7 mangkok emas,bila memijit suami setelah disuruh akan mendapat 7 mangkok perak.
20. Do`a memeluk suami : اَللَّهُـمَّ زِدْنَـَا مَحَبَّـةً لِلاِْسْلاَمِ .
21. Satu hari khidmat suami dengan ikhlash sama dengan pahala 1000 haji dan 1000 umrah yang mabrur.
22. Tidak puasa sunat tanpa izin suami.
23. Bila suami memberi nafkah sedikit, maka hendaknya bersyukur ( Qana`ah)
24. Bila suami pulang dari bepergian, mencium keningnya sama dengan mencium hajr aswad.
25. Istri yang meminyaki dan menyisir rambut suami, menyisir janggut, menggunting misai dan memotong kuku suami, maka Allah swt akan beri :
? Minum dari air surga dan diringankan hisabnya.
? Dimudahkan ketika sakratul maut.
? Kuburnya seperti taman-taman surga.
? Terlepas dari siksa neraka
? Melintas shirath dengan tanpa susah payah.
? Mendapat 1000 haji dan 1000 umrah.
26. Wanita yang menjaga hijabnya / purdah, maka :
? Allah swt tingkatkan Nur wajahnya 13 x ganda dari wajah aslinya.
? Di akhirat Allah swt tingkatkan kecantikannya 70x ganda dari kecantiklan bidadari yang bernama La`aiba, seorang bidadari yang allah swt ciptakan dengan tangan-Nya sendiri..


ADAB BERGAUL DENGAN SESAMA MUSLIM

1. Sesungguhnya orang mu`min itu bersaudara ( Al-Qur an ).
Walaupun tidak ada hubungan kekeluargaan dan tidak satu bahasa, daerah ataupun adat kebiasaan, tetapi dengan adanya kalimah yang sama maka sesama mu`min pada hakikatnya bersaudara. Persaudaraan itu tidak hanya di dunia saja, tetapi juga di akhirat karena di sana akan berjumpa kembali dan itulah perseudaraan yang sejati. Berbeda dengan selain mu`min walaupun ia ada hibungan kekeluargaan dengan kita tetapi tidak akan bersama-sama di akhirat kelak.

2. Diwajibkan tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan.

Jika mereka susah dalam kebendaan, maka kita membantunya dalam menghilangkan kesusahannya, itulah tolong menolong dalam kebaikan. Sedangkan jika mereka lalai dalam amalan agama, maka kita mengingatkan mereka untul mengamalkannya, itulah tolong menolong dalam ketaqwaan. (Al-Qur an )

3. Ditekankan bagi orang mu`min agar memiliki sifat selalu mendahulukan kepentingan orang lain. Inilah yang menjadi sifat para sahabat. Walupun mereka sendiri dalam keadaan susah payah, tapi mereka akan berusaha menolong kesusahan orang lain lebih dahulu. (Al-Qur an )
4. Memberi nasihat jika dimintai nasehat.(H.R Bukhari )
5. Mencintai orang muslim seperti mencintai diri sendiri (H.R.Mutafaq`alaihi)
6. Jika saudara kita mempunyai hajat saudaranya sesama muslim, maka segera tunaikan hajatnya.(H.R Bukhari, Baihaqi)
7. Jika ada yang ingin menunaikan hajat saudaranya sesama muslim, sedangkan ia mempunyai kemampuan yang sedikit, maka kita secepatnya membantunya (H.R Muslim, Thabrani, Baihaqi, Hakim)
8. Menunaikan hajat sesama muslim berpahala 10 tahun I`tikaf di mesjid, sedangkan 1 malam saja I`tikaf di masjid akan dijauhkan dari neraka jahannam sejauh jarak langit dn bumi. (H.R Thabrani)
9. Saling mengunjungi sesama muslim. Itu adalah pertanda kasih sayang dan sekaligus menghidupkan lingkungan yang baik.(H.R Muslim, Baihaqi, Thabrani).
10. Merasa gembira dan senang jika orang lain mendapat kesenangan atau kegembiraan, walaupun kita sendiri belum tentu senang atau kita tidak mendapat manfaat apa-apa dari kesenagannya.(H.R Muslim, Thabrani)
11. Menolong saudara muslim yang dizhalimi orang kafir.(Muslim, Ibnu Abi Syibah).
12. Sederhanakanlah dalam mencintai atau membenci seseorang, yaitu jika mencintai tidak berlebih-lebihan dan jika terpaksa membencipun hendaknya tidak berlebihan, kedua-duanya dilakukan semata-mata karena Allah swt.
13. Menanamkan rasa malu pada diri, karena malu adalah sebagian dari iman. Orang yang tidak memiliki rasa malu dia akan bisa berbuat apa saja.(Tirmidzi)
14. Jangan sekali-kali menyusahkan orang mu`min, baik perasaannya, badannya dan fikirannya. Walaupun sekedar main-main atau senda gurau,karena itu adalah suatu kezhaliman yang besar.(Muslim, Abu Daud, Tirmidzi)
15. Jangan membuat takut atau terkejut kepada sesama muslim. Rasulullah saw sangat marah ketika ada seorang sahabatnya yang lain, walaupun hanya sekedar bergurau.(Muslim,Abu Daud, Thabrani)
16. Jangan meremehkan sesama muslim, walaupun dari segi zhahirnya mereka hina atau lebih rendah adari kita, tetapi yang harus kita ingat bahwa dalam hati mereka ada kalimah yang mulia (Laailaahaillallah).(Muslim, Abu Saad, ibnu Majah )
17. Jangan membuat seseorang mu`min marah. (Muslim)
18. Jangan menghujat seorang muslim karena kesalahannya, jangan kita tanyakan dengan nada menuntut;”Kenapa kau berbuat kesalahan seperti ini”(Muslim)
19. Jangan menyinggung perasaan orang mu`min (Muslim, Ibnu `Asakir)).
20. Jangan menghina sesama muslim walaupun ia telah berbuat salah.Dengan menghinanya berarti kita telah membantu syetan. Seharusnya jika mengetahui seseorang mu`min berbuat salah kita memohonkan ampun dan rahmat untuknya.(Bukhari, Baihaqi)
21. Menghina sesama muslim sangan dilarang oleh Al-Qur an. Barangsiapa yang meremehkan Al-Qur an berarti menghina Al-Qur an.(Abu Nu`aim)
22. Jangan membicarakan kesalahan orang mu`min, jika bukan untuk ishlah (memperbaikinya) walaupun jelas kesalahannya. (Bukhari)
23. Tidak boleh memata-matai kesalahan seorang mu`min.(Al-Qur an dan Hadits)
24. Usahakan selalu menutupi kekurangan dan keburukan sesama muslim. Menutupi keburukan sesama mu`min sama dengan menyelamatkan anak yang akan dikubur hidup-hidup.(Abu Daud, Baihaqi,Thabrani)
25. Hendaknya selalu mamaafkan kesalahan sesama mu`min. Ini adalah sifat orang muslim yang muhsin (Al-Qur an dan Hadits )
26. Jangan membenci orang yang berbuat salah, tetapi hanya membenci kesalahannya saja.( Abu Asakir)
27. Jangan mendendam karena kesalahan orang lain yang dilakukan terhadap kita(Muslim)
28. Tunaikan hak muslim atas muslim lainnya : menjawab salam, menengoknya bila sakit, mengantar jenazah, mendo`akan jika bersin dan memenuhi undangan (Mutafaqun`alaihi).
29. Menghormati yang tua dan menyayangi yang muda.
30. Hendaknya kita selalu bersikap ramah kepada setiap orang walaupun kita tidak menyukainya.(Ahmad, Thabrani,, Abu Na`im )
31. Jika kita dibenci oleh seseorang, maka tanyakan, apa salah saya? (Ibnu Mundziri).
32. Jika kita bertengkar dengan seseorang, maka disunnahkan agar segera menyatakan sayang kepada lawan bertengkar itu (Thabrani)
33. Jangan memutuskan hubungan silaturrahmi sesama muslim lebih dari 3 hari (Mutafaqun`alahi).

ADAB MASUK PASAR

1. Memasuki pasar dengan membaca do`a :
لاَاِلَـهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَه ُ لاَ شَرِيْكَ لَـهُ لَـهُ الْمُـلْكُ وَلَـهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيُّ وَلاَ يَمُـوْتُ بِيَـدِهِ
الْخَيْرُ وَهُـوَ عَلَى كُلِّى شَيْءٍ قَـدِيْـرٌ .
2. Dan membaca do`a lainnya :
اَلَّهُـمَّ اِنِّى اَسْـأ َلُكَ خَيْرَ هَذَا االسُّـوْقِ وَخَيْرَ مـَا فِـيْهَـا وَاَعُـوْذُبِـكَ شَرَّهـَا وَشَرَّمـَا فِيْهـَا .
اَلَّـهُمَّ اِنَِّى اَعُـوْذُبِـكَ اَصِيْرَ فِيْـهَـا يَمِيْنـًا فـَاجِرَةً اَوْصَـفْقَـةً خـَاسِرَةً .
3. Masuk pasar dengan menjaga mata dari pandangan yang diharamkan oleh agama (Al-Qur an).
4. Tidak diperbolehkan berteriak-teriak di dalam pasar.(Thabrani)
5. Pasar adalah tempat berkumpulnya syetan maka sebaiknya jangan berlama-lama di dalam pasar.(Dailami)
6. Sepulang dari pasar dianjurkan agar membaca sekurang-kurangnya 10 ayat Al-Qur an.(Thabrani.
7. Barangsiapa yang membaca do`a masuk pasar, maka ia akan mendapat 1000 kebaikan, dihapuskan 1000 kesalahan dan dinaikkan 1000 derjat.


Alhamdulillah


ADAB SALAM DAN IZIN

1. Tidak diperbolehkan melihat ke dalam rumah orang lain sebelum meminta izin kepada pemiliknya.(Bukhari – Muslim)
2. Rasulullah saw memerintahkan agar mencungkil mata orang yang mengintip rumah orang lain tanpa izin.
3. Tidak boleh meminta izin dengan hanya mengatakan,”Bolehkah akau masuk?”, tetapi izin harus dengan mengucapkan :”Assalaamu`alaikum, bolehkah saya masuk?”(Tirmidzi Nasa-I)
4. Batas meinta izin atau memberi salam sampai 3 kali, jika setelah 3 kali ternyata tidak ada jawaban, maka hendaknya kembali (Bukhari, Muslim)
5. Ketika memberi salam / ketika meminta izin untuk memasuki rumah orang lain, sebaiknya memandang ke arah kiri atau kanan pintu, jangan memandang ke arah pintunya.(Bukhari, Muslim, Abu Daud)
6. Jika ditanya oleh pemilikrumah “siapa”, maka disunnahkan agar memberitahu siapa kita dengan jelas, jangan hanya menjawab “saya”. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi,Nasa`I)
7. Diharuskan meminta izin masuk ke tempat wanita ditiga waktu aurat, walaupun keluarga sendiri, anak kecil ataupun pembantu sendiri. (Al-Qur an)
8. Tiga waktu yang mesti meminta izin untuk memasuki kamar orang lain, walaupun keluarga sendiri atau orang tua : sebelum subuh, masa tidur siang dan setelah waktu Isya.
9. Dianjurkan memberi salam kepada yang dikenal ataupun yang belum dikenal (Bukhari, Muslim, Nasa-I).
10. Menyebarkan salam berarti menyebarkan kasih sayang (Muslim, Abu Daud, Tirmidzi)
11. Memberi salam menghilangkan takabur (Baihaqi)
12. Mengucapkan Assalamu`alaikum mendapatkan 10 pahala,
Mengucapkan Assalamu`laikum warahmatullah mendapatkan 20 pahala,
Mengucapkan Assalmu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh mendapatkan 30 pahala
13. Lebih utama mengucapkan salam terlebih dahulu.(Abu Daud, Ahmad)
14. Aturan dalam mengucapkan salam :
? Yang kecil memberi salam kepada yang besar
? Yang berjalan kepada yang duduk
? Yang sedikit kepada yang banyak
? Yang berkendaraan kepada yang berjalan kaki. (Bukhari-Muslim).
15. Dianjurkan jangan memberi salam kepada orang yang non muslim terlebih dahulu.(Muslim)
16. Jika orang yang non muslim mengucapkan salam kepada kita, maka jawab denagan “Wa`alaikum” (Muslim,Ibnu Majah,Nasa-I)
17. Tidak diperbolehkan mengucapkan salam dengan kalimat “`Alaikassalam”, karena itu adalah salam yang diperuntukkan bagi orang yang mati,(Tirmidzi, Nasa`I)
18. Tidak diperbolehkan memberi salam dengan menggunakan cara yahudi dan nasara yaitu dengan melambaikan tangan dan memberi isyarat jari,(Tirmidzi,Dailami)
19. Diperbolehkan mencium tangan orang `alim dan terhormat (Abu Daud).
20. Tidak boleh menyambut orang yang datang deangan cara berdiri langsung dari duduk.(Tirmidzi, Ibnu Majah).
21. Bila diberi salam melaui seseorang, maka menjawabnya dengan “`Alaika wa`alaihissalam”.(Tirmidzi, Ahmad,Abu Daud)
22. Sunnah berjabat tangan.(Bukhari)
23. Dua orang muslim yang berjabat tangan akan diampunkan dosanya oleh Allah swt sebelum mereka berpisah.(Tirmidzi,Ahmad,Abu Daud)
24. Berjabat tangan dengan tangan kanan, bukan dengan tangan kiri, kecuali udzur (Hakim)
25. Disunnahkan berangkulan. (Tirmidzi)
26. Disunnahkan agar selalu memberi salam ketika memasuki rumah dan keluar rumah, baik di rumah sendiri atau di rumah orang lain, walaupun rumah itu kosong. (Baihaqi)
27. Memasuki rumah dengan mengucapkan salam akan membawa berkah Allah swt di dalamnya. (Tirmidzi)
28. Dianjurkan memberi salam ketika memasuki majlis dan ketika meninggalkannya. (Thabrani, Baihaqi).
29. Hendaklah memberi salam dengan suara yang keras sehingga cukup terdengar.
30. Menjawab salam adalah wajib, yaitu : وَعَلَيْكُـمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكـَاتـُهُ .
31. Sunnah berjabat tangan sambil berdo`a : يَغْـفِرُ الله ُ لَنـَا وَلَـكُـمْ .
32. Ketika berangkulan, baca do`a : اَللَّـهُـمَّ صْرَحْ صُـدُوْرَنـَا لِلاِْسْلاَمِ .
33. Para sahabat r.hum jika berjumpa satu sama lain, maka mereka akan berjabat tangan dan jika pulang dari perjalanan jauh mereka akan berpelukan.
34. Laki-laki tidak boleh berjabat tangan dengan perempuan yang bukan muhrimnya, begitu pula sebaliknya. (Al-Qur an, Hadits)
35. Rasulullah saw biasanya jika berjabat tangan menunggu dilepas jabatan tangannya, bukan Rasulullah saw yang melepaskan.
36. Disunnahkan agar mengantarkan tamu yang akan pulang hingga sampai ke pintu. Setiap tamu yang akan pulang Rasulullah saw akan mengantarkannya sampai ia keluar rumah (Ibnu Majah).
37. Jangan memalingkan muka dari orang yang menyalami kita. Rasulullah saw tidak pernah memalingkan muka dari orang yang disalaminya.
38. Rasulullah saw biasanya jika menyapa seseorang yang tidak diketahui namanya, maka Rasulullah saw akan memanggil dengan nama “Wahai Ibnu Abdullah”.
39. Berjabat tangan tidak cukup hanya dengan bersentuhan satu jari, tetapi saling memegang telapak tangan dengan kuat (Hakim)


ADAB BERTAMU DAN MENERIMA TAMU

1. Tamu membawa rizkidan kepulangannya membawa ampunan bagi tuan rumah.
2. Sejelek-jeleknya suatu kaum adalah yang tidak menghormati tamunya.
3. Jangan menunggu sampai tamu datang, sebaiknya kita memasak makanan,kemudian mengundang orang untuk datang makan bersama kita.
4. Tidak ada kebaikan seseorang yang tidak dikunjungi tamu. Sepatutnya merasa sedih jika dalam jangka sekian lama tidak ada tamu yang berkunjung kepada kita.
5. Hak seorang tamu untuk dilayani adalah selama 3 hari. Selama itu tuan rumah dianjurkan agar menghormati dan melayani tamu dengan sebaik-baiknya. Lebih dari 3 hari pelayanan kita dianggap sebagai sedeqah.
6. Jangan sekali-kali menyusahkan tamu, disunnahkan agar melayani keinginan tamu.
7. Disunnahkan bagi tuan rumah agar menemani tamu makan.
8. Bila tamu akan pulang maka disunnahkan bagi tuan rumah untuk mengantarkannya sampai ke pintu rumah.

Bagi yang bertamu :
1. Makanlah apa yang dihidangkan, jangan meminta sesuatu yang tidak dihidangkan.
2. Jika akan puasa ( puasa sunat ataupun selain bulan Ramadhan )hendaknya meminta izin dulu dari tuan rumah.
3. Jika sedang berpuasa selain Ramadhan, puasa nazar atau qadha, maka sebaiknya berbuka, jika bertamu kemudian dihidangkan makanan oleh tuan rumah.
4. Dianjurkan agar jangan menjadi imam sewaktu shalat berjamaah, jika sedang bertamu di tempat orang lain.

Undangan Makan :
1. Disunnahkan agar datang menghadiri undangan, jika diundang. (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ahmad )
2. Jika ada dua undangan yang kita terima, maka hadirilah yang terdekat dengan pintu rumah kita. (Abu Daud, Ahmad).
3. Jangan datangi suatu acara jika tidak diundang oleh tuan rumah. (Abu daud).
4. Boleh menghadiri undangan dengan menyertakan teman, walaupun teman itu tidak diundang. (Bukhari, Abu daud, Baihaqi).
5. Sebaikya janganmenghadiri undangan orang fasik atau undangan yang didalamnya ada kemaksiatan. (Thabrani, Baihaqi)


ADAB MENENGOK ORANG SAKIT

1. Keuntungan bagi orang yang menengok orang sakit adalah ia akan dijauhkan dari neraka sepanjang 7 tahun perjalanan. ( Abu Daud )
2. Pahala lainnya bagi orang yang menengok orang sakit adalah bila menengoknya di pagi hari maka 70.000 malaikat akan mendo`akan maghfirah untuk si penengok sampai sore hari dan jika menengoknya di sore hari maka 70.000 malaikatakan mendo`akan mahgfirah sampai pagi hari.
3. Disunnahkan agar berwudhu dahulu sebelum menengok orang sakit, Rasulullah saw melakukannya setiap mau menengok orang sakit.(Abu Daud)
4. Membezuk saudara kita yang sakit hendaklah dengan hati yang benar-benar ikhlash semata-mata karena Allah swt. ( Abu Daud). Jangan membezuk dikarenakan mengharap sesuatu selain Allah swt, baik karena jabatan, misalkan yang sakit adalah bos atau pimpinan kita, ataupun karena meresa tidak enak pada keluarga yang sakit..
5. Sebaiknya pergi menjenguk orang yang sakit dengan jalan kaki. Rasulullah saw biasanya menjenguk orang yang sakit tidak mengendarai unta ataupun keledainya. (Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud). Ini tergantung pada keadaan kita, tidak ada salahnya pergi membezuk dengan menaiki kendaraan, jika keadaan tidak memungkinkan, yang jelas dengan berjalan kaki memberikan nilai yang tersendiri bagi yang melakukannya.
6. Dibolehkan membezuk orang non muslim yang sedang sakit.(Bukhari, Nasa`I, Abu Daud ). Hal ini semata-mata untuk tujuan da`wah, dengan harapan dengan kita menjenguknya ketika sakit menunjukkan akhlak kita sebagai muslim.
7. Dibolehkan membzuk orang yang sakit berulang kali. Rasulullah saw kadang-kadang membezuk orang yang sakit lebih dari satu kali.(Bukhari, Muslim, Nasa`I)
8. Disunahkan agar mendo`akan kesembuhan bagi sisakit.(Bukhari), Do`anya :
اَلَّهُـمَّ رَبَّ النَّـاسَ اَذْهَبِ الْبَأ ْسـَاءَ اِشْفِ اَنْتَ الشَّـافِى لاَشِفـَاءَ اِلاَّ شِـفَـاءُكَ شِـفَـاءً لاَ
يُقَـادِرُ سَقَـمـَا .
“Hilangkanlah penderitaan wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah, karena Engkaulah
Dzat yang menyembuhkan. Tidak ada penyembuh kecuali penyembuh-Mu, penyem-
Buh yang tidak meninggalkan penyakit.” (Bukhari).
9. Disunnahkan agar membacakan sutah Yasiin kepada yang sakit, jika sudah terlalu parah. Sebagian riwayat menyatakan bahwa surat Yasiin bisa dijadikan sebagai penyembuh bila dibacakan di atas orang yang sakit.(Nasa`I, Ibnu Majah, Abu Daud ).
10. Sebaiknya duduk dekat si sakit dengan menyertakan kepedihan kita atas musibah yang menimpanya. (Bukhari, Muslim, Nasa`I). Tidak baik menengok orang sakit dengan menampakkan rasa senang atas penyakit yang dideritanya atau kita tidak mengambil peduli dengan sakitnya.
11. Ketika menengok jangan lupa menasehati yang sakit agar bersabar dalam menghadapi penderitaannya. (Bukhari,Muslim, Nasa`I).
12. Dianjurkan agar membuat makanan dan membawanya untuk yang sakit dan keluarganya. (Bukhari, Muslim, Ibnu Majah).
13. Jika sedang membezuk, kemudian tiba waktu shalat.\, maka sebaiknya shalat dengan berjamaah.
14. Yang menengok hendaknya mengucapkan kepada yang sakit :
لاَبَـأ ْسَطَـهُـوْرًا اِنْ شـَاءَالله َ .
“ Tidak apa-apa, InsyaAllah yang kamu alami adalah membersihkan jiwamu.”
Perkara tersebut disamping akan menghibur hati si sakit sekaligus jiga sebagai do`a
Kita untuknya.
15. Disunnahkan agar meletakkan tangan di atas dahi yang sakit sambil mendo`akan kesembuhannya.
16. Jangan sekali-kali membuat keributan atau kebisingan di dekat si sakit. Si sakit berhak menyuruh keluar orang yang menengoknya kapan saja bila ia tidak menyukai kedatangannya. (Bukhari)
17. Boleh membawa anak yang sakit kepada orang yang sholeh, ulama ataupun wali Allah untuk di do`akan oleh orang sholeh tersebut. (Bukhari).


ADAB BERMAIN, BERCANDA DAN HIBURAN

Permainan yang dibolehkan
1. Dibolehkan mengadakan perlombaan :
? Balap unta
? Balap kuda ( Rasulullah saw mempunyai kuda yang selalu menang dalam lomba)
? Balap lari. ( Rasulullah saw biasa berlomba lari dengan `Aisyah r.ha, istrinya)
? Memanah
2. Dalam lomba di bilehkan memberikan hadiah kepada pemenang(Ahmad)
3. Dibolehkan bermain gulat. Rasulullah saw biasa bermain gulat dengan Rukanah (ketika itu belum masuk Islam). (Abu Daud).
4. Dibolehkan bermain anggar atau perang-perangan (Bukhari,Muslim)
5. Dibolehkan bersya`ir atau berpuisi selama tidak memuji manusia atau makhluk lainnya. Akan tetapi walaupun dibolehkan lebih baik diisi dengan membaca al-Qur an atau dzikrullah (Al-Qur an, Hadits)
6. Boleh bermain ayunan (Bukhari, Muslim, Nasa`I)

Permainan yang tidak dibolehkan
1. Tidak dibolehkan menyembunyikan barang orang lain baik hanya sekedar bermain-main apalagi sungguhan.(Abu Daud)
2. Jangan sekali-kali mengejutkan atau membuat kaget orang lain walaupun hanya bercanda ( Abu Daud)
3. Biasanya nyanyian akan menimbulkan kemunafikan dalam hati. Maka sebaiknya meninggalkan nyanyian yang akan melalaikan kita dari mengingat Allah swt.
4. Tidak diperbolehkan bermain seruling ataupun hanya mendengarkannya. Disunnahkan jika mendengar suara seruling agar menutup telinga. Rasulullah saw melarang memainkannya dan tidak suka mendengarkannya. (Abu Daud).
5. Jangan bermain yang laki-laki menyerupai wanita atau meniru seperti wanita atau sebaliknya. (Abu Daud).
6. Tidak diperbolehkan bermain dadu, halma, ular tangga dan sejenisnya. Rasulullah saw telah melarang bermain denagannya. (Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud).
7. Tidak dibolehkan bermain catur (Tirmidzi, Ahmad)
8. Jangan bermain di tempat pemandian yang didalamnya bercampur antara laki-laki dan perempuan.(Abu Daud, Ibnu Majah).
9. Diharamkan berbohong walaupun dalam bercanda atau bergurau. Celaka bagi seseorang yang senagaja berdusta agar orang-orang tertawa (Bukhari, Muslim).


TANDA – TANDA HIDAYAH ADA DALAM DIRI KITA

1. Merasa menjadi hamba ( rendah hati )
2. Jalan pada amalan ( Basiroh )
3. Tujuan hidup untuk akhirat

Kata Maulana Ilyas harus ada niat : Seluruh hidup, seluruh harta, seluruh diri untuk Allah swt.

Supaya Allah swt tetapkan hidayah :
1. Jangan lihat keburukan orang lain dan lelaki yang bukan muhrim.
2. Untuk ishlah : Semua perintah Allah swt anggaplah belum tahu dan beru mendengar.
3. Ada fikir, ada risau seperti Rasulullah saw,
? Bagaimana umat sekarang
? Bagaimana amalan Rasulullah saw hidup di seluruh alam.
? Bagaimana usaha nabi hidup di seluruh alam.
Untuk dapatkan ini hendaklah maksud Nabi menjadi maksud hidup kita.
? Kita hidup untuk Da`wah, Da`wah sampai mati, Mati dalam Da`wah.

Asbab turunnya Hidayah :
1. Ada rasa ingin tahu ( mujahadah )
2. Ikut perintah Allah swt
3. Amalkan Sunnah.
4. Ada sifat ikram.

ASBAB TURUNNYA HIDAYAH

1. - Talab / rasa ingin tahu
- Perintah Allah swt (mujahadah) / hijrah
- Amalkan sunnah Rasul
- Ikrom
2. Ikut Sunnah : Pakaian, Kelakuan, perjalanan ( da`wah, taqbir )
3. Mujahadah terbagai 3 :
? Mujahadah badani, hendaknya kurangi makan, minum, rehat / tidur dll.
? Mujahadah Nais, hendaklah banyak shalat, ibadah-ibadah sunah.
? Mujahadah kubra, dari gangguan syetan manusia dan syetan iblis, sabar dan tabah atas desakannya.


KELEBIHAN ORANG YANG AMALKAN SUNNAH RASULULLAH SAW

Orang yang dalam hidupnya mengamalkan sunnah-sunnah Rasulukkah saw sejak ia bangun tidur sampai tidur kembali, maka orang tersebut akan mendapatkan 4 keuntungan di dunia dan 4 keuntungan akhirat.
4 keuntungan di dunia :
1. Dia disayangi orang di dunia
2. Dia ditakuti musuh / syetan
3. Hidup akan diberkahi
4. Agama tidak akan tercemar.

4 Keuntungan di Akhirat :
1. Dikubur kita mengenal wajah Rasulullah saw
2. Rasulullah saw memberisa syafaat pada orang yang selalu hidupkan sunnah
3. Rasulullah saw mengenal kita di padang mahsyar
4. Bertetangga deangan Rasulullah saw

Kelebihan Sunnah :
1. Dalam sunnah ada kejayaan
2. Mempunyai daya kekuatan luar biasa
3. Dapat sifat ikram
4. Sunnah perbuatan kita telah mentauhidkan Allah swt
5. Mempunyai nur ( memberi hidayah pada rang lain )

Kelebihan orang yang memakai purdah / hijab :
1. Allah swt tingkatkan nur wajah 13 x ganda dari wajah asli.
2. Di akhirat Allah swt akan tingkatkan kecantikannya 70 x ganda dari kecantikan bidadari La aiba. Seorang bidadari yang Allah swt ciptakan dengan tangan-Nya sendiri
3. Di surga ada pasar hari Jum`at, orang semua pergi menjumpai Allah swt, tetapi orang yang pakai purdah di dunia ditemui Allah swt lagsung ke kamar- kamarnya.

5 fardhu atas wanita :
1. Kekal dalam iman
2. Hijab ( kecuali bersama muhrim )
3. Jaga kehormatan / harta suami
4. Layani suami
5. Rendahkan suara

2 fardhu atas laki-laki :
1. Kekal dalam iman
2. Tutup aurat dari pusat ke lutut

Turun Hidayah melalui :
1. Mujahadah
2. Hijrah
3. Amalkan sunnah
4. Ikrom

Cuci 4 Perkara dengan 4 perkara :
1. Cuci wajah dengan air mata
2. Cuci lidah dengan dzikir
3. Cuci hati dengan taqwa
4. Cuci dosa dengan taubat

4 Kebaikan mulut :
1. Diam
2. Senyum
3. Dzikir
4. Da`wah
Seseorang sampai kepada Allah swt melalui :
1. Makan ketika telah lapar
2. Tidur ketika sudah mengantuk
3. Bicara ketika sangat perlu

5 Perkara yang timbul dari menghidupkan usaha da`wah :
1. Muhabbah / kasih sayang
2. `Izzah / kehebatan Islam
3. Do`a makbul
4. Semua makhluk khidmat untuk orang Islam
5. Orang kafir jadi hamba orang Islam
Banyak tertawa akan menyebabkan
1. Keras hati
2. Hilang nur
3. Bunuh kekuatan rohani
4. Lupa pada Allah swt


DO`A – DO`A MASNUNAH

1. Do`a bentang sajadah : وَاَّـخَـذُوْامِنْ مَـقَـامِ اِبْرَاحِيْـمَ مُـصَلَّى .
2. Do`a memakai mukena :بِرَحْمَتِكَ يَـااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ اَلَّـهُمَّ لُـبُسُوْ لِبَـاسُ تَّقْوَا
3. Do`a membuka mukena : وَاَمِنِّى يَـاسَلاَمُ يَـا مُؤ ْمِنِيْنَ .
4. Do`a memakai kerudung : اَلَّهُمَّ ا سْتُرْ عَوْرَاتِى وَاَمِنْ رَوْعَـاتِى .
5. Do`a memasang kancing baju dari bawah – atas : وَيُثِبِّتْ اَقْدَا مَكُـمْ .
6. Do`a agar dapat hidayah ketika orang melihat kita : اّلَّهُمَّ هْدِى لِمَنْ رَآنَـا .
7. Do`a urut janggut suami : اَمَنْـتُ بِـاللهِ وَاَمَنْـتُ بِـالْقَدْرِ .
8. Do`a melihat wajah Rasulullah saw sebelum mati :
مَرْحَبًـا بِذِكْرِاللهِ تَعَـالَى كُرَّتَ اَعْيُوْنِنَـا بِكَ يَـا رَسُوْاُاللهِ .
“ Baca setiap kali mendengar azan ketika lafadz Muhammadarrasulullah 3x, kemudian
hembuskan ke belakang tangan jempol keduanya lalu kucek mata.”
9. Do`a melihat suami / yang baik-baik : اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى بِنِعْمَتِـهِ تَتِمَّ الصَّـالِحِيْنَ .
10. Do`a minum susu : اَلَّهُمَّ بَـارِكْ لَنَـا فِيْهِ وَزِدْنَـا مِنْـهُ .
11. Do`a Makan / minum yang manis : اَلَّهُمَّ ارْزُقْـنَـا حَلاَوَةَ اْلاِيْمَـانِ .
12. Do`a Pakai baju :
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي كَسَـانِى مَـااُوَارِى بِـهِ عَوْرَتِي وَاَتَجَمَّلُ بِـهِ فِي حَيَـاءِى .
13. Do`a buka baju : بِسْمِاللهِ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّهُوَ .
14. Do`a menyisir rambut : اَلَّهُمَّ فِي كُلِّى شَعْرَةٍ حَسَنَةٍ زَاَعُوْذُبِـكَ مِنَ النَّـارِ .
15. Do`a melihat cermin : اَلَّهُمَّ اَنْـتَ حَسَّنْـتَ خَلْقِى فَحَسِّنْ خُـلُقِى .
16. Do`a melihat orang tersenyum : اَضْحَـكَ الله ُ سِنَّـكَ .
17. Doa melihat darah haid pertama : اَلْحَمْـدُ ِللهِ عَلَى كُلِّ حَـالٍ زَسْتَغْفِرُالله َ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ .
Fadhilah :
? Terbebas dari azab kubur
? Terbebas dari huru hara kiamat
? Mudah menyeberangi titian shirath
? Dapat pahala 40 syuhada.

18. Do`a lahir bathin baik : اَلَّهُمَّ جْعَلْ سَرِيْرَتِى خَسْرًامِّنْ عَلَى نِيَتِى وَاجْعَلْ عَلاَ نِيَتَى صَـالِحَـةً .
19. Do`a pengampunan untuk orang-orang Islam, baca 25 / 27 x maka akan digolongkan pada
orang-orang “ Mustajabud Dawat “ (orang-orang yang do`anya pasti diterima) :
اَلَّهُمَّ اغْفِرْلِى وَلِلْمُؤ ْمِنِيْنَ وَالْمُؤ ْمِنَـاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَـاتِ .
20. Do`a pelembut hati : يَـا لَطِـيْفٌ 
21. Do`a agar tidak ngantuk : اَلَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِـكَ مِنْ عَيْنٍ رَ تَسْبَـعُ مِنَ النَّوْمِ .
22. Do`a pakai siwak : اَلَّهُمَّ طَهِّرْ فَمِى وَنَوِّرْ قَلْبِي وَطَهِّرْ بَدَنِى وَحَرِّمْ جَسَدِى عَلَى النَّـارِ .
23. Do`a menyimpan barang : وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَـآءُ بِغَيْرِ حِسَـابٍ .


DO`A PAGI PETANG DAN FADHILAHNYA

? Semua dosa dihapuskan, walaupun sebanyak buih dilautan :
اَسْتَغْـفِرُالله َ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَ تُـوْبُ اِلَيْـهِ ( 3× )
? Terjaga dari penyakit kusta / lepra, gila, buta dan lumpuh ( badan mati separuh ) seumur hidup :
سُبْحَـانَ اللهِ الْـعَظِيْمِ زَبِحَمْدِهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِـااللهِ ( 3× )
? Terjaga dari api neraka : اَلَّهُمَّ أََ َجِرْنِى مِنَ النَّـارِ ( 7× )
? Dituliskan 10 kebaikan, dihapuskan 10 dosa, ditingkatkan 10 derjat, mendapatkan pahala memerdekakan 10 hamba sahaya dan terjaga dari syetan dan perkara yang dibenci :
لاَاِلَهَ اِلاَّالله ُوَحْدَهُلاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِسْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَـدِيْرٌ .( 10× )
? Terjaga dari musibah yang tidak di duga :
بِسْمِ اللهِ الَّـذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِـهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَـاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَـلِيْـمٌ ( 3× )
? Mendapatkan Ridha Allah swt di hari kiamat :
رَضِيْتُ بِـااللهِ رَبَّـا وَبِـاْلاِسْلاَمِ دِيْنَـا وِبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً نَبِيـًّا (3× )
? Allah swt akan mencukupi kebutuhan dunia dan akhirat :
حَسْبِيَ الله ُ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَـظِيْـمِ (7× )
? Sayyidul istighfar ( mendapat tiket jaminan masuk surga ) :
اَلَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّى لاَاِلَهَ اِرَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِى وَاَنـَا عَبْدُكَ وَاَنـَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مـَاسْتَـطَعْتُ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَـا
صَنَعْتُ اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ أ َبُوْءُبِذَنْبِى فَـاغْفِرْلِى فَـاِنَّـهُ لاَ يَغْفِرُ الذُنُوْبِ اِلاَّ اَنْتَ ( 1× )
? Mensyukuri nikmat siang dan malam :
اَلَّهُمَّ مَـاأ َصْبَحَ اَمْسَىبَى مِنْ نِعْمَةِ اَوْبِـأ َحَدٍ مِنْ خَتِكَ فَمِنْـكَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَـكَ فَلَكَ الْحَمْدُ
وَلَكَالشُّكْرُ ( 1× )
? Terjaga dari jin dan makhluk halus :
اَيَـةُ الْكُرْسِى حم تَنْزِيْلُ الْكِتَـابِ مِنَ الله ِ الْعَزِيْزُ الْعَليْمٌ غَـافِرِالذَّنْبِ وَقَـابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَـابِ
ذِى الطّول لاَاِلَهَ اِلاَّهُوَ اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ (1× )
? Mencukupkan untuk setiap pekerjan :
سورت الاِخْلاَص الفلاق النّـاس ( 3× )
? Hutang terlunasi dan menjauhkan segala kesusahan :
اَلَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِـكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِى وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوْذًبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
وَاَعُوْذُ بِكَ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَـالِ ( 1× )
? Terjaga dari musibah dan bencana :
سُبْـحَـانَ الله ِوَبِحَمْدِهِ لاَقُوَّةَ اِلاَّبِـاللهِ مَـاشَـاءَالله ُ كَـانَ وَمَـالَمْ يَشَأ ْلَمْ يَكُنْ اَعْلَمُ اَنَّ الله َ عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَاَنَّ الله َ قَـدْ اَحَـاطَ بِكُلِّ شّيْءٍ عِلْمَـا ( 1× )
? Mendapatkan do`a dari 70.000 malaikat dan mendapatkan pahala mati syahid :
اَعُوْذُبِـاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَـانِ الرَّجِيْمِ (3× ) هُوَ الله ُ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَـالِمُ الْغَيْبِ
وَالشَّهَـادَةِ ÷ثوَالرَّحْمَـانُ الرَّحِيْمِ هُوَ الله ُ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلاَمُ الْمُؤ ْمِنُ
الْمُهًيْمِنُ الْعَزِيْزُالْجَبَّـارَ الْمُتَكَبِّـرُ سُبْحَـانَ اللهِ عِمَّـا يُشْرِكُوْنَ هُوَ الله ُ الْخَـالِقُ الْبَـارِءُالْمُصَوِّرُلَهُ
اْلاَسْمَـاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَـافِى السَّمَواتِ وَاْلاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْـمُ ( 1× )
? Seluruh tubuh diselamatkan dari api neraka dan mendapatkan ampunan :
اَلَّهُمَّ اِنِّى اَصْبَحْتُ اَمْسَيْتُ اَشْهَدُكَ وَاَشْهَدُ حَمْلَةَ عَرْشِكَ وَمَلاَ ءِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ اِنَّكَ اَنْتَ اللهِ لاَاِلَهَ
اِلاَّاَنْتَ وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ (4× )
? Do`a sayyidina Anas r.a untuk menjaga diri, harta, agama dan keluarga dari bahaya :
بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِى وَدِىنِى بِسْمِ اللهِ عِلَى اَهْلِى وَمَـالِى وَوَلَدِى بِسْمِ اللهِ عَلَى مَـاأ َعْطَـانِى الله ُ
اَلله ُ رَبِّى لاَ اُشْرِكُ بِـهِ شَيْأ ً اَلله ُ اَكْبَـارُ 3× وَاَعَزَّ وَجَلَّ وَاَعْظَمُ مِمَّـا اَخَـافُ وَاَحْذَرُ عَزَّ جَـارُكَ
وَجَلَّ ثَنَـأوُكَ وَلاَاِلَهَ غَيْرُكَ اَلَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَمِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْطَـانِ مَرِيْدِ وَمِنْ شَرِّكُلِّ
جَبَّـارِ عِنْدِ فَـاِنْ تَوَلَّوْ فَقُلْ حَسْبِيَ الله ُ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْـمُ اِنَّ
وَلِيِّيَ الله ُ الَّذِى نَزَّلَ الْكِتَـابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّـالِحِيْـنَ ( 1× )
? Untuk menyempurnakan kekurangan dalam dzikir dan wirid :
فَسُبْحَـانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ وَلَـهُ الْحَمْدُ فِى السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَعَشِيًـا وَحِيْنَ
تُظْهِرُوْنَ يُخْرِجُ الْحَيَّى مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِى اْلاَرْضِ بَعْدَ مَوْتِهَـا وَكَذَالِكَ
تُخْرِجُوْنَ ( 1× )
? Mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw :
صَلَـوَاتُ _ 1.× _

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar